#87 Pause

Pause



        Kalau boleh berhenti dulu, maka berhentilah sekarang. Bukan untuk menyerah tapi untuk mengumpulkan semangat yang padam. Bila sudah waktunya rasa lelah datang maka berhentilah seperlunya. Bukan untuk selamanya. Me-refresh kembali otak dan hati. Menuai pro kontra dengan sekitar kemungkinan itu akan terjadi. Maka dari itu letakkan kata harap yang tak perlu. Tinggalkan hal-hal yang menyedihkan untuk terus maju. Jika bukan sekarang, mau kapan lagi. Tidak ada kesempatan 2 kali kemungkinan. Tidak ada yang bisa dijadikan keberuntungan. Perlahan, akan hanyut atau meredam di masa yang belum keemasan.

        Jika aku ingin, aku akan berkata-kata sedemikian rupa untuk diriku sendiri. Terlalu kalut dengan situasi yang dialami. Terlalu punya ambisi untu sebuah kemajuan. Itulah diriku yang sebenernya. Terpaku diantara hal-hal yang tabu tentu saja mengusik hidupku. Bukan enggan untuk berpijak pada sesuatu yang kokoh namun berpijak pada sesuatu yang semakin terombang-ambing. Entah itu jalanku atau bukan. Sesuatu itu terus terjal dan menghambat kemajuan. Apakah bisa sampai puncak hanya dengan menunggu? Tidak akan ada hasil jika tidak ada sebuh gebrakan.

        Apa yang kutulis tentu saja sudah terjadi. Seperti nasi yang telah menjadi bubur. Dan bubur itu telah diaduk bersama kawanannya. Tidaklah mungkin berubah menjadi nasi atau beras seperti semula. Bahkan hingga mengeringpun dia masih lengket dengan wadahnya. Tapi ini bukan tentang nasi. Aku pun sedikit pilu. Hingga saat ini kabut terus memuncak. Seakan membawaku untuk pergi. Hal-hal yang dikelilingi kabut itu seakan tidak akan pernah sirna. Tidak akan ada matahari yang datang.

        Seolah dimanja musim, kemarau yang panjang seakan tak peduli kapan hujan akan datang. Dan semua nya disini dengan keadaan masing-masing. Sakit pun tak pernah diobati. Obat yang tak pernah dibenci. Menuai pro kontra untuk diselamatkan atau mati. Aku pun pudar. Mungkin hanya sebentar. Mencari obat penenang. Tapi tempatku bukan disini. Bukan disini. Beberapa hari lagi, mengucap salam perpisahan untuk duniaku disini

Comments