#88 Blumonth

Blumonth

cr:pinterest


         Setiap kali mendengar kata di bulan November, rasanya ingin menghilang dari bumi. Di bulan yang mencekam, bulan penuh darah dan kematian. Arti bulan ini sangat tragis. November kali ini berjalan dengan cepat. Tidak ada jeda dan perlambatan setiap harinya. Bulan ini mungkin untuk sebagian orang banyak kesengsaraan dan kenestapaan. Aku membenci bulan ini. Sangat. Semua yang terkandung di bulan ini membuat bergidik nyeri. Pilu.

        Tapi mungkin jika harus diulik bulan ini terlalu menyedihkan. Kenapa hanya punya 30 hari. Sangat cepat berlalu. Belum sempat dinikmati sudah berganti bulan lagi. Di bulan kesebelas ini mungkin tak lazim dilakukan. Haruskah bulan ini ditiadakan di kalender. Tapi, dibalik semua negatif pada bulan ini mungkin banyak yang harus disyukuri. Masih hidup dan bernafas di bulan ini amatlah beruntung.

        Kesenjangan. Menolak bala. Lagaknya terus menjadi tradisi penguasaan diri. Walaupun amatir, namun masih mencoba untuk bertahan hidup. Sedikit lagi pergantian tahun. Pergantian daya juang yang baru. Tidak mudah untuk dilalui di tahun ini. Menjadi perenungan batin di bulan terakhir. Mengulik-ulik apa yang terjadi beberapa bulan kebelakang di tahun ini. Lagaknya 2025 banyak penyesalan.

        Selain itu canda tawa ria menghiasi segelintir hari. Kemajuan untuk kebahagiaan. Whislist yang terwujud seketika. Benar-benar menakjubkan. Sampai di titik ini, banyak hal yang dilewati membawaku terus tumbuh. Perlahan demi perlahan. Kedamaian. Ketenangan. Kehidupan yang layak. Semuanya terobati. Satu persatu. Esok, beberapa kesabaran lagi, akan kupetik manfaatnya.

        Bersyukur. MasyaAllah. Semuanya terlewati dengan baik. Hidup sekeren dan segacor ini sangat amat patut untuk disyukuri. Mungkin masih banyak kekurangan yang belum terobati. Tapi perlahan, rasa ikhlas itu tumbuh berkembang. Bermunculan. Menjadi awak kapal yang ikut berlayar. Berlabuh kemanapun tujuan dan angin membawa arah.

        Saat nya untuk menikmati setiap proses yang tersisa akhir-akhir ini. Sedikit lagi. Pasti sampai. Tidak lupa untuk selalu berpegang teguh, melihat sekitar. Bukan untuk mundur, tapi maju membawa perubahan. Tahun esok pasti banyak cerita yang akan dilalui. Bekalnya mulai dari tahun ini yang asri. Hwaiting.

Comments